14 Desa Di Gresik Diterjang Banjir Kiriman

14 Desa di Gresik Diterjang Banjir Kiriman

Sebanyak 14 Desa di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur,  sejak Senin (6/12) petang diterjang banjir kiriman dari Mojokerto dan Jombang.

“Banjir ini kiriman dari Mojokerto dan Jombang melalui Kali Lamong. Cerme hujan, tetapi nggak deras cuma gerimis,” kata Camat Cerme Bambang Wibisono, Rabu.

Ia memperkirakan, kawasan hilir Kali Lamong yaitu di Mojokerto dan Jombang saat itu hujan deras. Banjir diperkirakan memasuki kawasan Jembatan Boboh menjelang Mahgrib.

“Setelah itu, dalam waktu sekejap air langsung menggenangi seluruh desa di sekitarnya. Akibat bajir ini, kita menelan kerugian sebesar Rp 2.018.500.000,” tandasnya Bahkan jalanan di sekitar pertigaan jembatan Boboh – Morowudi – Iker-iker Geger sudah rata dengan permukaan air Kali Lamong.

“Kendaraan masih bisa lewat, cuma harus sangat hati-hati dan bergantian, mengingat air mengalir deras,” kata Bambang.

Mantan Kabag Humas DPRD Gresik ini menambahkan, karena sifatnya banjir kiriman air langsung surut keesokan harinya. “Sekarang kondisinya sudah mulai normal, tetapi dampaknya berupa kerusakan lahan warga,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu warga Dusun Glintung Desa Kepatihan Kecamatan Menganti bernama Anam mengabarkan, bahwa dusunnya juga terimbas melubernya Kali Lamong, Senin malam lalu.

Banjir merendam jalan desa, hingga setinggi lutut orang dewasa. Selain itu, warga juga mengalami kerugian cukup besar.

Sebab, 5 hektare tambak siap panen, dan 30 hektare sawah yang ditanami padi berumur 1 bulan terendam banjir.

“Bahkan hingga sekarang (Rabu, 8/12) masih ada genangan air,” ujar Anam Menurut data dari Kecamatan Cerme, akibat banjir kiriman tersebut ada 14 desa mengalami kerugian.

Di antaranya adalah Desa Doono Rp136 Juta, Dampaan Rp145 Juta, Dadap Kuning Rp54 Juta, Gununganyar Rp70 Juta, Morowudi Rp160 Juta, Iker-Iker Geger Rp 260 Juta, Dungus Rp70 Juta, Betiring Rp190 Juta, Sukoanyar Rp72 Juta, Ngembung Rp27,5 Juta, Jono Rp260 Juta, Pandu Rp210 Juta, Cerme Kidul Rp240 Juta, dan Kandangan Rp 110 Juta.

“Kerugian itu meliputi lahan pertanian dan pertambakan yang ada, termasuk kerusakan jalan,” pungkas Bambang. [KJPL]

Berita Lainnya

Leave a Comment