40 Patung Sampah Pantai Kenjeran Dikirim Ke Balai Kota

40 Patung Sampah Pantai Kenjeran Dikirim Ke Balai Kota

40 patung dari sampah di Pantai Kenjeran, akan diciptakan seniman dari Surabaya, dalam satu minggu.

Aksi itu diilhami, dari keprihatinan seorang seniman muda asal Surabaya Taufik “Monyong” Hidayat, pada kondisi lingkungan yang rusak dan tidak terawat, khususnya pantai di Surabaya.

“Sebagai warga Surabaya, saya prihatin dengan kondisi pantai yang kumuh, karena itu, saya dibantu kawan-kawan seniman dan jurnalis yang tergabung dalam Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL), punya gagasan membuat patung sampah, yang akan kami serahkan ke Walikota Surabaya,” kata Taufik.

Menurut Taufik, tidak perlu biaya besar untuk membuat patung-patung dari sampah pantai itu, semua hanya modal semangat dan tenaga, sementara suplai makanan dan kebutuhan dekorasi, semua di dapat dari alam di sekitar Pantai Kenjeran.

“Selama membuat patung, kami menemukan banyak benda ‘aneh’, mulai dari (ma’af – red.) BH sampai celana dalam (CD), bahkan kon
dom bekas yang tersimpan di dalam dasar pantai,” kata Taufik.

Dengan temuan-temuan itu, dia menduga, Pantai Kenjeran yang jadi satu-satunya pantai kebanggaan warga Surabaya itu, sudah menjad
i Pantai Portitusi, yang banyak dimanfaatkan generasi muda, melepaskan hasrat seksualnya, di pinggir pantai.

Patung sampah yang sudah dibuat Taufik, rencananya akan diserahkan ke Walikota Surabaya, sesudah dituntaskan dengan proses finishing, yang diprediksi akan membutuhkan waktu satu minggu. “Penyerahan patung sampah itu, akan diberikan ke Walikota langsung, agar Pak Wali tahu, kalau kondisi Pantai Kenjeran sangat memprihatinkan, dan perlu penanganan segera.”

Seniman nyentrik ini mengatakan,”kalau di Pulau Bali punya Pantai Kuta, kenapa Surabaya tidak bisa memiliki Pantai Kenjeran yang seindah dan selayak Kuta?” [KJPL]

Berita Lainnya

Leave a Comment