Water.org Membawa Perubahan Lewat Jamban

Water.org Membawa Perubahan Lewat Jamban

Sesudah memiliki jamban, banyak dampak yang dirasakan warga di Bojonegoro. Diantaranya memiliki sarana sanitasi dan air yang layak, kesehatan keluarga semakin terjaga, kualitas hidup semakin meningkat dan skema anggaran sesuai dengan penggunaan pembiayaan sehingga angsuran lebih ringan. Musfarayani Program Manager Water.org Indonesia mengatakan, Water.org sudah melakukan kerjanya di beberapa negara selama 25 tahun, dan sudah empat setengah tahun ini memulai programnya di Indonesia. Beberapa pendekatan kemudian ditawarkan Water.org, diantaranya dengan memberikan peningkatan kapasitas kepada pengelola dan penyedia air dan sanitasi, mengenalkan skema alternatif pembiayaan keuangan mikro (microfinance) untuk air-sanitasi dan…

Baca Lengkap

Lembaga Keuangan Besar Tak Peduli Jamban

Lembaga Keuangan Besar Tak Peduli Jamban

Minimnya masyarakat Kabupaten Bojonegoro yang memiliki jamban, menggugah kepedulian Koperasi Mitra Dhuafa (Komida). Dari 12.000 perempuan miskin yang menjadi anggota di Kabupaten Bojonegoro, 500 anggota masih aktif untuk pembiayaan sanitasi sementara 300 anggota sudah lunas. “Tahun depan 2.500 anggota ditergetkan sudah memiliki jamban dan saluran air bersih,” kata Sugeng Riyono Direktur Operasional Koperasi Mitra Dhuafa (Komida), Sabtu (18/11/2017) seperti ditulis intiwarta.com. Untuk mewujudkan program itu, Komida selama ini menerapkan sistem perbankan atau pinjaman denga pola Grameen Bank. Sistem ini menitik beratkan pada beberapa hal, yaitu solidaritas, kerjasama kelompok, pengembangan sumber…

Baca Lengkap

Bojonegoro Masih Minim Jamban Sehat

Bojonegoro Masih Minim Jamban Sehat

Berdasar survey internal, Juli 2014, ada 32.077 anggota Koperasi Mitra Dhuafa (Komida) belum memiliki tolilet dan 30.268 memiliki toilet tanpa septitank. Artinya ada 62.345 anggota Komida yang belum memiliki jamban yang layak dan sehat dari 170.000 anggota Komida (36,6%). “Secara nasional Komida menargetkan 20 ribu anggota di tahun 2018 memiliki jamban,” ujar Sugeng Riyono Direktur Operasional Koperasi Mitra Dhuafa (Komida) kepada intiwarta.com, Sabtu (18/11/2017). Untuk mewujudkan itu, Komida menggandeng lembaga nirlaba asing Water.org dan petugas sanitarian lokal. Selain itu memasukkan pembiayaan sanitasi sebagai satu diantara indikator keberhasilan cabang dari sisi…

Baca Lengkap

Bupati Bojonegoro Akui Warganya Miskin Jamban

Bupati Bojonegoro Akui Warganya Miskin Jamban

Masih banyaknya warga Bojonegoro yang belum memiliki jamban, diakui langsung Suyoto Bupati Bojonegoro. Waktu dikonfirmasi tentang kondisi warganya yang belum memiliki jamban, Suyoto memastikan, kalau angka Open Defecation Free (ODF) atau Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Bojonegoro masih tinggi. “Ya memang masih banyak warga Bojonegoro yang biasa BABS, karena belum memiliki jamban. Selian itu karena faktor geografis dan budaya,” jelas Suyoto Bupati Bojonegoro dua periode, Sabtu (18/11/2017), seperti diwartakan intiwarta.com. Berdasar data dari Dinas Kesehatan Bojonegoro disebutkan, kalau 85 persen lebih kepala keluarga di Bojonegoro sudah memiliki jamban dan…

Baca Lengkap

KJPL Desak BLH Jatim Umumkan Hasil Lab PT PRIA

Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan – KJPL Indonesia mendesak Badan Lingkungan Hidup – BLH Jawa Timur segera menyampaikan ke publik, hasil pemeriksaan laboratorium kualitas air sumur milik PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) dan sumur warga di Desa Lakardowo, Jetis, Mojokerto. Desakan ini disampaikan KJPL Indonesia, karena hasil pemeriksaan laboratorium itu sudah tuntas dan disampaikan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) langsung ke BLH Jawa Timur pada 11-12 Agustus 2016 lalu. Menurut Teguh Ardi Srianto Ketua KJPL Indonesia, penyampaian hasil pemeriksaan laboratorium itu perlu segera diketahui publik secara terbuka, karena akan…

Baca Lengkap

KLHK Pastikan PT PRIA Tak Cemari Lakardowo

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memastikan PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) tidak melakukan pencemaran lingkungan di Desa Lakardowo, Jetis, Mojokerto. Kepastian ini disampaikan Karliansyah Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran Kementrian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) pada Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan – KJPL Indonesia, seperti disampaikan dalam rilis KJPL Indonesia, Rabu (10/08/2016). Menurut Karliansyah, kepastian tidak ditemukannya terjadinya pencemaran itu, didasarkan dari hasil uji laboratorium yang dilakukan Tim Independen KLHK pada sampel air sumur pantau PT PRIA dan air sumur warga di Desa Lakardowo, yang sudah dilakukan pada 14-15 Juni 2016…

Baca Lengkap

Motret Berbayar Di Lakardowo Disesalkan Jurnalis

Adanya aturan memotret atau memfoto harus membayar di Desa Lakardowo, Jetis, Mojokerto sangat disesalkan para jurnalis, yang sering melakukan peliputan di lokasi itu. Munculnya aturan ini, ditengah maraknya pemberitaan kasus dugaan pencemaran limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) yang diduga dilakukan PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA). Menurut Imam Akbar satu diantara jurnalis di Mojokerto, aturan motret harus membayar itu disampaikan Prigi Arisandi Direktur Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON), pada medio Mei-Juni 2016 lalu, waktu memberikan arahan pada warga Desa Lakardowo yang didampingi lembaganya. Dikatakan Imam, aturan motret…

Baca Lengkap