Siswa Peduli Satwa Perlu Masuk Kurikulum

Surabaya | Kepedulian para siswa SD Cita Hati pada nasib satwa di Kebun Binatang Surabaya, harus diapresiasi positif. Bahkan kalau perlu,  langkah itu bisa jadi awal, penerapan kurikulum “mengenal flora dan fauna”, yang wajib di ajarkan di semua sekolah. Teguh Ardi Srianto Ketua KJPL Indonesia mengatakan ini, menyikapi aksi nyata ratusan siswa dan siswi SD Cita Hati Surabaya, yang Selasa kemarin (24/04/2012) melakukan aksi peduli satwa, di Kebun Binatang Surabaya. Menurut Teguh, upaya para siswa-siswi di SD Cita Hati dengan mengumpulkan koran bekas dan plastik bekas, kemudian dijual untuk disumbangkan…

Baca Lengkap

Siswa Cita Hati Mandikan Satwa KBS

Surabaya | Kepedulian satwa dilatih sejak usia dini akan menuai hasil yang maksimal. Seperti yang akan dilakukan ratusan siswa SD Cita Hati melakukan aksi jual koran dan botol bekas yang hasilnya akan disumbangkan untuk kelestarian satwa KBS. Menurut Golly Corlita Staf SD Cita Hati, menceritakan aksi ini akan dilakukan pada tanggal 24 April 2012 mendatang. Selain aksi jual barang bekas, ratusan siswa SD Cita hati akan memberi makan satwa KBS yang dibawahnya dari rumah diantaranya buah dan sayur. “Kita tekankan nilai edukasinya yakni penanaman jiwa kepedulian terhadap mahkluk hidup,” kata…

Baca Lengkap

Harimau Serang Kementrian Kehutanan

Jakarta | Sekitar 400 individu harimau Sumatra, yang tersisa di hutan-hutan belantara di Pulau Sumatra kini terus terdesak. Habitat rumah mereka yang terus dihancurkan perusahaan membuat para harimau secara serempak datang ke kota Jakarta menuju Kantor Kementrian Kehutanan RI untuk memberi dukungan kepada pemerintah untuk penyelamatan habitat rumah mereka. Bahkan tiga minggu lamanya setelah Greenpeace menyerahkan hasil penyelidikan selama satu tahun terhadap aktivitas illegal yang dilakukan oleh APP terkait penebangan dan perdagangan kayu ramin, pihak otoritas CITES di Indonesia dalam hal ini Kementerian Kehutanan bertindak sangat lambat dalam menindaklanjuti dan…

Baca Lengkap

Skandal Kayu Ramin di Indonesia

Jakarta | Satu bulan lalu Greenpeace merilis hasil investigasi selama satu tahun terhadap produsen kertas dan pulp terbesar ketiga dunia, Asia Pulp and Paper (APP) yang mengungkapkan bagaimana perusahaan secara sistematis melanggar hukum Indonesia yang melindungi spesies Ramin yang juga dilindungi secara internasional. Ramin ditemukan beberapa kali di tumpukan kayu milik milik APP di pabrik Indah Kiat Perawang yang siap untuk diproses. Sejumlah perusahaan global terlibat karena produknya bersumber dari APP yang mengandung serat hutan hujan. Delapan dari sebelas perusahaan yang disebut kini telah mengambil tindakan untuk menghapus APP dari…

Baca Lengkap

Akses Informasi Jadi Kendala Pemantauan Independen REDD+

Bogor | Proses pemantauan Independen dalam pelaksanaan Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan) – REDD+, dipastikan akan terkendala soal keterbukaan informasi. Fakta ini terungkap dalam Workshop Pemantau Independen REDD+ Region Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, di Bogor, Kamis (29/03/2012). “Sampai sekarang, kebijakan soal REDD+ sendiri, juga belum jelas dan detail proses pembahasannya, untuk itu perlu ada kepastian lebih dulu, sebelum proses pemantauan dilakukan,” kata Mardi Minangsari dari Multistakeholder Forestry Program (MFP). Menurut Minang, harusnya kalau memang sudah jelas indikator pemantauan yang akan…

Baca Lengkap

REDD, Apakah Itu ?

Jakarta | REDD+, singkatan dari Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation, merupakan suatu mekanisme global yang bertujuan untuk memperlambat perubahan iklim dengan memberikan kompensasi kepada negara berkembang untuk melindungi hutannya. Skema ini mulai menjadi perdebatan yang hangat sejak Papua Nugini dan Kosta Rika menjabarkan proposal pengurangan emisi deforestasi pada diskusi perubahan iklim pada tahun 2005. Indonesia maju untuk memperjuangkan REDD pada konvensi perubahan iklim di Bali tahun 2007, di mana ide tersebut telah berkembang dengan mengikutsertakan isu ‘degradasi hutan’. Berbagai usul penambahan isu tentang agroforestri dan pertanian juga muncul.…

Baca Lengkap

Tujuh Rumah Buaya Ditemukan di Kali Surabaya

Surabaya | Tujuh lubang yang diduga rumah buaya ditemukan Tim Susur Kali Surabaya dalam Ekspedisi Susur Kalimas, Minggu (25/03/2012)  tadi. Demikian dikatakan Direktur Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) Prigi Arisandi, sesudah memimpin Ekspedisi Susur Kalimas. Menurutnya, temuan itu merupakan hasil pengamatan dan pemantauan selama beberapa hari terakhir “Selain menemukan rumah buaya atau lubang buaya Tim Susur Kali Surabaya juga masih banyak menemukan sampah yang dibuang di sungai dengan beragam jenis sampah,” timpanya. Selain itu, lanjut dia Tim Susur Kali Surabaya juga memantau kualitas air Kali Surabaya khususnya…

Baca Lengkap