8 Kasuari Direlease Ke Papua

8 Kasuari Direlease Ke Papua

8 ekor Kasuari Gelambir Ganda (Casuarius casuarius) di kandang transit milik Balai Besar KSDA Jawa Timur, Juanda, Sidoarjo, dkembalikan (direlease) ke habitat asalnya, Jumat (17/08/2018). Kedelapan Kasuari itu hasil operasi penertiban peredaran tumbuhan dan satwa liar di Bandara Juanda Surabaya pada 11 November 2017 lalu. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, pada Pasal 19 disebutkan, penyelamatan jenis tumbuhan dan satwa diantaranya dapat dilakukan dengan mengembalikan ke habitatnya. Sebagai tahap awal, sudah dilakukan Proses pengambilan sampel PCR AI dari burung Kasuari oleh Balai Karantina…

Baca Lengkap

Taman Safari Prigen Kedatangan Wombat Dan Wallaby

Taman Safari Prigen Kedatangan Wombat Dan Wallaby

Taman Safari Prigen dengan Australia Zoo mengumumkan kerjasama “Breeding Loan” satwa–satwa khas Australia. Kerjasama itu ditandai dengan datangnya breeding loan Wombat dan Red-Necked Wallaby. Kejasama itu merupakan tahap pertama dan akan dilanjut dengan kerjasama tahap dua dengan mendatangkan Koala. Agustina Ayu Syafitri Sales Marketing Taman Safari Prigen mengatakan, untuk tahap pertama disepakati dipinjamkan dan di breedingkan dua ekor wombat dan tiga ekor Red-Neced Wallaby, Kamis (01/02/2018) lalu. Setahun sebelum satwa itu datang di Indonesia, Taman Safari Prigen sudah mengirimkan beberapa orang keeper, curator sampai dokter hewan yang bertanggungjawab pada satwa…

Baca Lengkap

Wagub Jatim Apresiasi Pameran Foto 100 Tahun KBS

Wagub Jatim Apresiasi Pameran Foto 100 Tahun KBS

Saifullah Yusuf Wakil Gubernur Jawa Timur mengapresiasi hasil karya yang dipamerkan dalam peringatan 100 tahun Kebun Binatang Surabaya (KBS). Acara yang dimotori Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan – KJPL Indonesia itu mulai digelar 18-20 Januari 2017 dan dapat perhatian khusus dari Wakil Gubernur Jawa Timur, karena selain menarik juga perlu digelar sebagai sarana edukasi dan sosialisasi ke masyarakat, agar mereka peduli dengan lingkungan, satu diantaranya KBS. “Kedatangan saya disini adalah ingin menghargai sebuah karya. Karya adalah sebuah prestasi. Apapun karya itu, harus di hargai, terlebih kepada KBS yang memiliki sejarang yang…

Baca Lengkap

Siswa Peduli Satwa Perlu Masuk Kurikulum

Ssiwa Peduli Satwa

Kepedulian para siswa SD Cita Hati pada nasib satwa di Kebun Binatang Surabaya, harus diapresiasi positif. Bahkan kalau perlu,  langkah itu bisa jadi awal, penerapan kurikulum “mengenal flora dan fauna”, yang wajib di ajarkan di semua sekolah. Teguh Ardi Srianto Ketua KJPL Indonesia mengatakan ini, menyikapi aksi nyata ratusan siswa dan siswi SD Cita Hati Surabaya, yang Selasa kemarin (24/04/2012) melakukan aksi peduli satwa, di Kebun Binatang Surabaya. Menurut Teguh, upaya para siswa-siswi di SD Cita Hati dengan mengumpulkan koran bekas dan plastik bekas, kemudian dijual untuk disumbangkan ke KBS,…

Baca Lengkap

Harimau Serang Kementrian Kehutanan

Harimau Serang Kementrian Kehutanan

Sekitar 400 individu harimau Sumatra, yang tersisa di hutan-hutan belantara di Pulau Sumatra kini terus terdesak. Habitat rumah mereka yang terus dihancurkan perusahaan membuat para harimau secara serempak datang ke kota Jakarta menuju Kantor Kementrian Kehutanan RI untuk memberi dukungan kepada pemerintah untuk penyelamatan habitat rumah mereka. Bahkan tiga minggu lamanya setelah Greenpeace menyerahkan hasil penyelidikan selama satu tahun terhadap aktivitas illegal yang dilakukan oleh APP terkait penebangan dan perdagangan kayu ramin, pihak otoritas CITES di Indonesia dalam hal ini Kementerian Kehutanan bertindak sangat lambat dalam menindaklanjuti dan mengusut kasus…

Baca Lengkap

Akses Informasi Jadi Kendala Pemantauan Independen REDD+

Akses Informasi Jadi Kendala Pemantauan Independen REDD+

Proses pemantauan Independen dalam pelaksanaan Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan) – REDD+, dipastikan akan terkendala soal keterbukaan informasi. Fakta ini terungkap dalam Workshop Pemantau Independen REDD+ Region Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, di Bogor, Kamis (29/03/2012). “Sampai sekarang, kebijakan soal REDD+ sendiri, juga belum jelas dan detail proses pembahasannya, untuk itu perlu ada kepastian lebih dulu, sebelum proses pemantauan dilakukan,” kata Mardi Minangsari dari Multistakeholder Forestry Program (MFP). Menurut Minang, harusnya kalau memang sudah jelas indikator pemantauan yang akan dilakukan, maka…

Baca Lengkap

REDD, Apakah Itu ?

Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation

REDD+, singkatan dari Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation, merupakan suatu mekanisme global yang bertujuan untuk memperlambat perubahan iklim dengan memberikan kompensasi kepada negara berkembang untuk melindungi hutannya. Skema ini mulai menjadi perdebatan yang hangat sejak Papua Nugini dan Kosta Rika menjabarkan proposal pengurangan emisi deforestasi pada diskusi perubahan iklim pada tahun 2005. Indonesia maju untuk memperjuangkan REDD pada konvensi perubahan iklim di Bali tahun 2007, di mana ide tersebut telah berkembang dengan mengikutsertakan isu ‘degradasi hutan’. Berbagai usul penambahan isu tentang agroforestri dan pertanian juga muncul. REDD berkembang…

Baca Lengkap